Press enter to see results or esc to cancel.

Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa? Ini Jawab Ustadz dan Dokter

Menjalani puasa di bulan Ramadan tentu menjadi kewajiban bagi semua umat Muslim. Menahan diri dari syahwat makanan, minuman dan juga nafsu merupakan perkara yang tidak mudah.

Hanya orang dengan kondisi tertentu saja yang diperbolehkan tidak berpuasa, misalkan sedang dalam keadaan tidak sehat dan tubuhnya lemas, orang yang dalam perjalanan jauh, dan lansia (lanjut usia).

Lalu bagaimana hukumnya berpuasa bagi ibu hamil? apakah ibu hamil wajib berpuasa? Berikut Aqiqah Al Hilal rangkum penjelasannya untuk Bunda ketahui. Dari segi kesehatan maupun dari segi hukum.

Syarat-syarat Wajib Puasa

Sebelum lanjut ke bagaimana jika ibu hamil puasa, mari kita lihat terlebih dahulu Syarat Syarat Puasa Dalam Islam.

1. Beragama Islam

Orang yang tidak Islam tidak wajib puasa. Ketika di dunia, orang kafir tidak dituntut melakukan puasa karena puasanya tidak sah. Namun di akhirat, ia dihukum karena kemampuan dia mengerjakan ibadah tersebut dengan masuk Islam. (Al Iqna’, 1: 204 dan 404).

2. Berakal

Orang yang gila, pingsan dan tidak sadarkan diri karena mabuk, maka tidak wajib puasa.

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ

“Pena diangkat dari tiga orang: (1) orang yang tidur sampai ia terbangun, (2) anak kecil sampai ia ihtilam (keluar mani), (3) orang gila sampai ia berakal (sadar dari gilanya).” (HR. Abu Daud no. 4403, An Nasai no. 3432, Tirmidzi no. 1423, Ibnu Majah no. 2041. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

3. Baligh

Puasa tidak diwajibkan bagi anak anak yang belum baligh.

4. Mampu Untuk Berpuasa

Kemampuan yang dimaksud di sini adalah kemampuan syar’i dan fisik.

Yang tidak mampu secara fisik seperti orang yang sakit berat, berada dalam usia senja, sakitnya tidak kunjung sembuh, ataupun sesuatu yang mengharuskan untuk makan atau minum seperti meminum obat, dll. Maka tidak wajib puasa.

Sedangkan yang tidak mampu secara syar’i artinya oleh Islam untuk puasa seperti wanita haidh dan nifas.